Arsip untuk USA

devide politic of USA

USA, seperti yang kita tahu, mempunyai cara-cara yang picik untuk memenuhi hasratnya menguasai dunia, menjadikan dunia dalam genggaman mereka dengan mengontrol proses pemerintahan negara, khususnya negara berpenduduk islam, negara sedang berkembang/kegara kecil, dan negara yang disinyalir mempunyai kekuatan untuk menghancurkan adidaya. Cara yang digunakan USA untuk menguasai dunia adalah dengan cara menciptakan krisis intern di negara pertama adalah Uni Sovyet, negara ini sebenarnya merupakan negara besar dan disinyalir para pengamat mempunyai kekuatan yang sama besar dengan USA, bahkan melebihi kekuatan superpower USA. Mereka mempunyai senjata pemusnah massal yang tersebar di berbagai wilayah kecil negara mereka. Informasi ini yang membuat USA seperti kebakaran jenggot, dan hidup dalam bayang-bayang ketidaknyamanan atas kekuatan dari Sovyet.

USA mulai melancarkan taktik. Pertama, mereka mulai menciptakan konflik di wilayah kecil, kemudian konflik tersebut merambat ke wilayah-wilayah yang besar, yang menuntut adanya demokrasi dan kehidupan yang lebih baik lagi. Para pemberontak beranggapan hanya dengan satu cara keinginan tersebut terwujud, yaitu dengan cara membebaskan diri dari kesatuan wilayah negara Uni Sovyet, artinya mereka menginginkan pembentukan negara-negara baru dan kecil. Situasi inilah yang sangat diharapkan dan diidam-idamkan USA. Dengan adanya konflik tersebut, kekuatan Sovyet menjadi berkurang, karena seperti yang kita tahu bahwa nuklir-nuklir Sovyet diletakkan di berbagai wilayah. Secara otomatis, negara baru tesebut juga membawa nuklir Sovyet. Artinya, nuklir Sovyet banyak yang hilang di bawa negara-negara baru tersebut, dan menurunlah kekuatan Sovyet yang besar tersebut.

Setelah menghancurkan Sovyet, USA kemudian menghancurkan negara-negara arab/islam yang juga mempunyai kekuatan cukup besar dalam membahayakan tahta USA di dunia. Negara arab pertama yang dihancurkan adalah Afghanistan, yaitu dengan alih-alih mengejar Osama bin Laden yang dianggap sebagai dalang dari peristiwa 11 september. Mereka tidak hanya mengejar Osama bin Laden, namun juga menghancurkan negara tersebut.

Afghanistan hancur, kini mereka beralih pada negara arab lainnya, yaitu Iraq. Sekarang lain lagi alasan mereka untuk menyerang negara ini, yaitu mengatasnamakan misi perdamaian. Dengan pada sidang PBB, USA melalui presiden mereka George W. Bush berpidato memberi isyarat pada dunia bahwa Iraq disinyalir telah mengembangkan senjata pemusnah massal yang sangat membahayakan bagi perdamaian di dunia. PBB pun mulai menyelidiki kecurigaan USA tersebut dengan menerjunkan suatu tim untuk melakukan penyelidikan langsung di wilayah Iraq yang di curigai oleh USA terdapat banyak senjata pemusnah massal. Setelah penyelidikan, PBB mengumumkan bahwa hasil penyelidikan adalah nihil. Artinya, di Iraq tidak ada pengembangan senjata nuklir, dan dugaan USA adalah salah.

Namun, meskipun PBB telah memutuskan bahwa Iraq tidak mempunyai senjata nuklir, USA tetap saja menuduh Saddam Husein (Presiden Iraq saat itu) berhasil menyembunyikan nuklir tersebut dari penyelidikan tim utusan PBB. USA dengan bantuan sekutunya sepakat untuk menyerang negara Iraq. Sudah ditebak hasilnya, yang terjadi bukan menemukan senjata nuklir, namun membunuh banyak warga Iraq dan tentara USA itu sendiri. Sampai sekarang, USA belum menemukan satu nuklir pun. Dan sampai sekarang USA masih mendoktrin negara Iraq. Invasi yang dilakukan USA dan sekutunya tersebut menuai kecaman keras dari warga dunia.

Iraq telah berlalu, sekarang USA melancarkan serangannya ke negara islam lainnya. Tujuan negara berikutnya adalah Iran. Namun sampai saat ini Iran masih belum bisa digenggam oleh USA. Itu karena berkat pemimpin mereka yang berani menentang USA secara keras dan tak kenal takut. Yaitu Mahmoud Ahmadinejad, Dia adalah salah satu pemimpin terbaik dan berani di dunia. Seperti yang terlihat pada sidang umum PBB, dimana saat presiden George W Bush maju ke depan untuk berpidato, Mahmoud Ahmadinejad secara berani mengacungakan jempol terbaliknya yang ditujukan langsung kepada presiden Amerika tersebut.

Mahmoud Ahmadinejad merupakan sosok pemimpin yang sederhana, Dia tinggal di rumah yang sangat sederhana dan tidak mempunyai mobil mewah serta kolam renang di belakang rumah, seperti yang dimiliki oleh pemimpin-pemimpin Iran sebelumnya. Ali Khomenei (pemimpin spiritual rakyat Iran), juga mendukung penuh kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh Ahmadinejad.

Samapai saat ini, Ahmadinejad secara terang-terangan menentang kebijakan George W Bush tentang perdamaian dunia, khususnya yang menyangkut Iran. Berbagai pengamat berpendapat bahwa akan terjadi perang dunia III antara USA dan Iran, jika situasi seperti ini terus berlanjut.

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.